di sela waktu pagi menjelang ,kami bertemu , mas irwan ,ya dia anak jogja , bersama dengan itu ,kami pun menyiapkan perlengkapan buat perjalanan mendaki , sembari rehat dan tidur sejenak , kami menjadi 6 karena ada mas irwan .
saatnya tidur agar kondisi kembali fit , ohya kami mendaki dr jalur sembalun ,
disaat pagi tiba , kami harus mendatakan diri ,agar tidak adanya hal yg tak di inginkan .
di awali dari pintu sembalun kami melangkah merangksak ke atas kaki gunung , letih belum terasa hanya keringat yang tercucur karena teriknya matahari mulai mendominasi .
gerakkan kaki masih bernada bak musical klasik yang bergema .
aral belum terlihak , ya semuanya masih baik-baik saja
setapak demi setapak kaki terus melangkah , keringat mulai keluar membasahi di kerutan kepala , matahari mulai menampakkan wujudnya , walau dingin keringat ini tetap membasahi ,walau dingin tetapi rasa gerah tetap menepi di dalam kedinginan ini .
aku mulai haus ,bibirku hampir pecah dengan sendirinya karena dehidrasi yang mulai mendatangiku , air minum yang aku bawa tak terasa habis dengan sendirinya, kulanjutkan dengan tanpa mengeluh uh sungguh melelahkan , tapi semangatku yang selalu ingin sampai di letter S itu , ada keindahan yang harus aku temui .
ini di jalur padang safana , panjang terbentang dan sulit untuk di ukur walaupun bisa untuk di ukur , kami terus menjalani setiap langkah dengan secerca semangat .
sebenarnya kisah ini sulit untuk di tuliskan , kisah ini juga sulit untuk di ceritakan , kisah ini hanya bisa di wujudkan dengan perjalanan ,
anda akan tau ketika anda dalam kisah tersebut , bahkan anda pun sama seperti saya.
sulit untuk menjelaskan keindahan ini .
entah , saya hampir berhenti di perjalanan ini , karena kaki saya keras seperti batu , tak bisa di gerakkan , saya menyerah , tp teman saya terus berusaha membuat saya untuk tetap berjalan , dia yg menggantikan saya membawa tas carrier 120ltr , dengan double deck. saya terkesima dan kagum akan keinginannya .
akhirnya ketika perjalanan ini dilanjutkan saya dan teman" saya sampai di pelawangan .
beristirahat karena kelelahan , karena esok paginya kami harus mencapai letter S dan itu puncak rinjani ,
jaraknya tidak terlalu jauh , dengan mata terbuka kita bisa menerka seberapa lama sampai disana , ingat jgn sampai sombong , karena dengan mata terbuka saya berucap 3 jam sampai disana dan nyatanya 6 jam ...
sulit untuk di pahami , karena jalurnya berpasir dan bebatuan .
saya suka cerita ini , tp saya tidak bisa menceritakannya , pergilah dan kalian akan tau kisahnya
tulisan ini sulit untuk di sempurnakan , pergila dan kalian akan tau .
iya, cerita kekagumannya cuma bisa disimpan sendiri
BalasHapus