ketika angin tak lagi beri kesejukkan ,ketika itu kau tiupkan harummu
ketika matahari tak mampu beri kehanggatan,ketika itu pula aku peluk bayangmu
namun ketika aku ingin bersuara,ketika itu pula engkau tersenyum
hingga lidahku terasa keluh kaku,entah ada apa di balik semua itu
ketika aku bingung ,saatku goyah,ketika kehampaan datang dan ketika . . .
ketika aku mencoba tidak mengingatmu di fikiran ini,ketika itu pula engkau hampiri aku
hingga begitu banyak kata ketika yang berasal dari mulut ini
dan akhirnya kusadari bahwa . . .
ketika aku bertanya pada diriku apa yang telah terjadi
sadarku apa yang terjadi , aku sangat mencintaimu :)
seperti katamu , aku adalah pria aneh yang tak mau kalah dengan laku konyolku
aku hanya ingin terlihat bodoh di hadapmu , karena dengan itu aku mendapat perhatianmu
dan aku selalu tertawa ketika engkau mulai melantunkan nada manjamu
bahkan tawaku semakin besar ketika engkau menyulut nadamu dengan teriakan
karena aku sadar aku bukanlah pria ROMANTIS yang mampu memberikan mawar merah
atau mengantarkan makanan di singgahmu .
aku hanya pria dengan kesederhanaan ,yang melantunkan beberapa lirik bersyair indah dan suara yang sumbang .
aku tak bisa menjadi pria ROMANTIS
aku hanya pria kaku yang hanya bersikap ROMANTIS dengan caraku
hahaha lagi-lagi aku tertawa
padahal dengan tulisan yang kubuat ini hanya untuk mendengar ucapan darimu bahwa aku seorang yang bersikap ROMANTIS
aiihh~ kata-katanya marangsak masuk kedalam hati ini hehehe.. keren mas puisinya!
BalasHapusbenarkah hehe makasi ya . tetep bukan seorang yg romantis
Hapusterimakasih untuk kata-katanya wahai pria yang berusaha romantis :)
BalasHapuswihiii Puisimu selalu manis mas :)
BalasHapusmakasi yaa , kamu jg kok
BalasHapus